<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Omahmiring</title>
	<atom:link href="http://omahmiring.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://omahmiring.com</link>
	<description>socioblogging....</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Jul 2010 20:00:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Jika Teror Terus Dibiarkan</title>
		<link>http://omahmiring.com/teror.php</link>
		<comments>http://omahmiring.com/teror.php#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 20:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>omah</dc:creator>
				<category><![CDATA[terjadi]]></category>
		<category><![CDATA[ketakutan]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>
		<category><![CDATA[salesman]]></category>
		<category><![CDATA[teror]]></category>
		<category><![CDATA[tindakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omahmiring.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan dengan judul yang sama pernah saya tulis dan dimuat dalam satu edisi media kampus yang terbit setiap 2 minggu. Tetapi untuk kali ini membahas sebuah kejadian dari prespektif yang berbeda. tentunya menggunakan studi kasus yang berbeda pula. Sekiranya ada &#8230; <a href="http://omahmiring.com/teror.php">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p style="text-align: justify;">Tulisan dengan judul yang sama pernah saya tulis dan dimuat dalam satu edisi media kampus yang terbit setiap 2 minggu. Tetapi untuk kali ini membahas sebuah kejadian dari prespektif yang berbeda. tentunya menggunakan studi kasus yang berbeda pula. Sekiranya ada perbedaan alur cerita, itu hanyalah soal sudut pandang, cara pandang, dan jarak pandang masing-masing dari kita.<span id="more-27"></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><strong>Kasih Permen, Salesman Dihajar Warga Kampung</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img title="permen" src="http://lh3.ggpht.com/_Hpw52qUvB5w/TEM0VL6PEPI/AAAAAAAABSc/U7QVNEhwibE/permen000.jpg" alt="permen" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">permen</p></div>
<p style="text-align: justify;">Kejadian ini sungguh sungguh terjadi di sebuah kampung di wilayah Kecamatan Candimulyo. Akibat maraknya isu penculikan anak-anak di beberapa wilayah Magelang, warga Magelang pun meningkatkan kewaspadaannya tak terkecuali desa MJ (<em>nama desa disamarkan</em>). Menurut desas-desus yang beredar, pelaku kriminal ini menculik anak-anak untuk diambil organ dalamnya. Belum diketahui secara pasti motif dan tujuan pelaku, namun dari analisis Mas Wito (bukan nama sebenarnya) kemungkinan pengambilan organ dalam ini berhubungan dengan praktek kedokteran.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari Sabtu (17 Juli 2010) setelah Isya’ beberapa warga dusun MJ mencurigai seorang laki-laki tak dikenal yang membagi-bagikan makanan kepada anak-anak. Sesaat kemudian terjadi keributan, laki-laki tak dikenal itu dihajar masa. Beruntung sesaat kemudian amarah warga sedikit reda, laki-laki asing itu pun diinterogasi oleh aparat dusun setempat.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari hasil interogasi diketahui laki-laki tersebut adalah penjual mainan anak-anak yang kebetulan mampir sholat. Ditanya mengenai motif memberi makanan kepada anak-anak adalah karena makanan itu adalah sisa dagangannya hari ini yang jika dibiarkan sampai besok sudah basi, daripada terbuang sia-sia mumpung masih bagus laki-laki itu membagikannya kepada anak-anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesaat kemudian datang juragan dari laki-laki itu untuk menjelaskan kepada warga bahwa anak buahnya ini memang benar-benar seorang salesman penjual mainan anak-anak, laki-laki ini menggantikan ayahnya yang biasanya memang menjual mainan anak-anak di sekitar Kecamatan Candimulyo.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Kenyataan kecil ini merupakan bentuk ketakutan yang berlebihan dari warga kampung yang merasa terteror denga isu penculikan untuk diambil organnya. Bagaimanapun tindakan <em>menghajar orang asing</em> yang dilakukan adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Isu penculikan ini adalah sebuah bentuk <em>teror</em> yang nyata dan menimbulkan situasi yang tidak kondusif.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekiranya aparat keamanan segera menindaklanjuti kebenaran desas-desus penculikan ini, setidaknya dengan memberi keterangan pers perihal kebenaran desas-desus tersebut. Kalau memang benar-benar terjadi penculikan-pembunuhan harusnya segera ditindaklanjuti. Membiarkan adanya ketidakjelasan perihal penculikan ini juga bisa jadi bagian dari teror itu sendiri jika mengacu pengertian teror adalah <em>menimbulkan rasa takut pada orang banyak</em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>NB: Hati-hati berbuat baik disaat kondisi masyarakat yang tidak kondusif.</em></strong></p>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omahmiring.com/teror.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membayar Pemakaian Frekuensi 2,4GHz</title>
		<link>http://omahmiring.com/komersialisasi-udara.php</link>
		<comments>http://omahmiring.com/komersialisasi-udara.php#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jul 2010 01:14:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>omah</dc:creator>
				<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Bluetooth]]></category>
		<category><![CDATA[frekuensi]]></category>
		<category><![CDATA[HSDPA]]></category>
		<category><![CDATA[komersial]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[riset]]></category>
		<category><![CDATA[udara]]></category>
		<category><![CDATA[WiFi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omahmiring.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu (meski sudah cukup lama) beredar berita mengenai rencana pemerintah “mengkomersialkan” frekuensi 2,4GHz. Frekuensi 2,4GHz adalah frekuensi yang kita pakai untuk microwave, bluetooth, WiFi, dan beberapa perangkat lainnya. Sungguh ini menyalahi aturan penggunaan frekuensi internasional, karena menurut perjanjian &#8230; <a href="http://omahmiring.com/komersialisasi-udara.php">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p style="text-align: justify;">
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img title="Frekuensi 2,4GHz" src="http://lh4.ggpht.com/_Hpw52qUvB5w/TEECOzTjAnI/AAAAAAAABSA/Umy6I5CXnNk/frekuensi.jpg" alt="komersialisasi udara" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">perangkat 2,4GHz</p></div>
<p style="text-align: justify;">Beberapa waktu lalu (meski sudah cukup lama) beredar berita mengenai rencana pemerintah “<em>mengkomersialkan</em>” frekuensi 2,4GHz. Frekuensi 2,4GHz adalah frekuensi yang kita pakai untuk microwave, bluetooth, WiFi, dan beberapa perangkat lainnya. Sungguh ini menyalahi aturan penggunaan frekuensi internasional, karena menurut perjanjian Internasional (tentunya Indonesia ikut didalamnya) frekuensi 2,4GHz adalah frekuensi bebas alias gratis yang sebenernya didedikasikan untuk jaringan skala kecil dan untuk riset.<span id="more-21"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Lagi-lagi kementerian yang ngurus penggunaan frekuensi <em>nganeh-anehi</em>. Mosok besok kita harus mbayar buat penggunaan bluetooth kita, mosok kita harus mbayar penggunaan WiFi kita. Kalau katanya yang dikuasai oleh negara kan bumi air seperti dalam puisi: <strong><em>bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara</em></strong><em> dan digunakan untuk kemakmuran rakyat</em>. Sayang sekali kata-katanya kini dalam penerapan hanya terpotong sampai pada frase <strong><em>dikuasai negara</em></strong>. Perlu diketahui juga bahwa yang dikuasai negara hanya bumi dan air menurut undang-undang. Jadi <strong>siapa yang menguasai udara</strong> kalau begitu?</p>
<p style="text-align: justify;">Hajat hidup orang banyak kini mulai tergantung dengan udara, karena melalui udara kita bisa menggunakan telepon seluler untuk SMS, melakukan panggilan telepon, dan internet pun kini sudah melalui udara. <em><strong>Siapa yang menguasai? Masihkah negara menguasai? Masihkah digunakan untuk kemakmuran rakyat?</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">Penggunaan frekuensi 2,4GHz di udara Indonesia yang seharusnya adalah bebas kini sudah mulai ada indikasi untuk dikomersialkan oleh pihak yang mengatur penggunaan frekuensi. Hati-hati, bisa jadi besok anda <em>gojeg kere</em> di angkringan pun harus mbayar karena menggunakan udara sebagai medium perantaranya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Jan bobrok….</em></strong></p>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omahmiring.com/komersialisasi-udara.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tunggakan Tagihan Listrik Mei-Juli 2010</title>
		<link>http://omahmiring.com/tagihan-listrik.php</link>
		<comments>http://omahmiring.com/tagihan-listrik.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 03:30:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>omah</dc:creator>
				<category><![CDATA[terjadi]]></category>
		<category><![CDATA[curang]]></category>
		<category><![CDATA[kredibilitas]]></category>
		<category><![CDATA[listrik]]></category>
		<category><![CDATA[pegawai]]></category>
		<category><![CDATA[tagihan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omahmiring.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Sore kemaren sempat dibuat bingung karena pas lagi tiduran ada orang datang katanya mau mutus listrik. Dalam selembar kertas yang dibawa pun disitu tercantum pemutusan listrik karena tagihan listrik sudah nunggak tiga bulan. Padahal sepengetahuan saya, listrik di kost setiap &#8230; <a href="http://omahmiring.com/tagihan-listrik.php">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p style="text-align: justify;">Sore kemaren sempat dibuat bingung karena pas lagi tiduran ada orang datang katanya mau mutus listrik. Dalam selembar kertas yang dibawa pun disitu tercantum pemutusan listrik karena tagihan listrik sudah nunggak tiga bulan. Padahal sepengetahuan saya, listrik di kost setiap bulan sudah bayar. Jadi pagi tadi klarifikasi kebenaran surat yang dibawa oleh bapak-bapak kemaren.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenernya sudah sedikit curiga juga, jangan-jangan mas-mas yang jadi perantara itu yang belum bayarin listrik ke perusahaan yang ngurus listrik. Sebenernya mekanisme pembayaran listrik di kost agak unik karena Bapak Kost menyerahkan sepenuhnya perihal pembayaran listrik kepada para penghuninya, perlunya agar ada saling kenal antar penghuni kost.<span id="more-17"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Misal dalam satu kost ada 18 orang, dari 18 orang ini ditunjuk untuk mengurus perihal tagih-menagih listrik. Setelah dibagi tanggungan bayar setiap penghuni, penghuni wajib membayar tanggungan listriknya sebelum tanggal 10 setiap bulannya. Dikumpulkan ke satu orang, selanjutnya satu orang tersebut yang mbayar ke perusahaan yang ngurus listrik.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut pengakuan yang ngurus, bayarnya itu lewat perantara. Kalau saya liat bukti pembayarannya sih disitu ada <strong><em>Nomor ID</em></strong> si perantara-nya. Tadi sebelum berangkat sempat cek si pemilik ID itu di website perusahaan yang ngurus listrik. Setelah dapat namanya segera saya dan teman yang ngurus listrik segera ke kantor perusahaannya untuk melakukan klarifikasi dan pembetulan dengan menunjukkan bukti pembayarannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai di perusahaan yang ngurus listrik segera ditunjukkan bukti-bukit pembayarannya. Nah dari situ keliatan kalau ternyata yang jadi perantara lah yang belum memasukkan uang pembayaran tagihan listriknya ke perusahaan yang ngurus listrik.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin si perantara tersebut sengaja telat membayarkannya karena ditabung terlebih dahulu di bank. Wajar karena dengan begitu si perantara dapat bunga bank, setidaknya sekian persen dari tagihan yang seharusnya dibayarkan bulan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya heran, kok ya masih ada yang berbuat seperti itu. Jelas itu merugikan perusahaan yang ngurus listrik dan saya sebagai pelanggan listrik. Apa pegawai yang seperti itu masih patut dipertahankan?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>PESAN:</strong><br />
Kalau memungkinkan bayar langsung ke perusahaan yang ngurus listrik mending langsung bayar ke perusahaannya entah itu pake transfer bank atau datang langsung ke kantornya. Hati-hati membayar melalui perantara yang curang, bisa jadi mengalami kasus seperti yang sudah dialami oleh teman-teman di kost. Tapi kalau pengen sekedar untuk pengalaman ya silakan saja, semoga “<em>beruntung</em>”.</p>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omahmiring.com/tagihan-listrik.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aturan Memperlakukan Botol</title>
		<link>http://omahmiring.com/jin-botol.php</link>
		<comments>http://omahmiring.com/jin-botol.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 11:19:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>omah</dc:creator>
				<category><![CDATA[terjadi]]></category>
		<category><![CDATA[botol]]></category>
		<category><![CDATA[coca-cola]]></category>
		<category><![CDATA[drink]]></category>
		<category><![CDATA[mayora]]></category>
		<category><![CDATA[recycle]]></category>
		<category><![CDATA[trash]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omahmiring.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Perlakuan botol minuman VZ dari perusahaan MY (kanan) dan botol minuman MM dari perusahaan CC (kiri) kalau sudah masuk tempat sampah akan diperlakukan sama, namanya juga sampah. Tapi ternyata di kios-kios kecil, semasa masih “hidup” (berisi) botol VZ dan MM &#8230; <a href="http://omahmiring.com/jin-botol.php">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p style="text-align: justify;">Perlakuan botol minuman VZ dari perusahaan MY (kanan) dan botol minuman MM dari perusahaan CC (kiri) kalau sudah masuk tempat sampah akan diperlakukan sama, namanya juga sampah. Tapi ternyata di kios-kios kecil, semasa masih “hidup” (berisi) botol VZ dan MM harus diperlakukan berbeda. Sore tadi saya rencana mau beli minuman VZ dingin, tapi ternyata saya liat dalam lemari pendingin di kios depan kost kok tidak ada. Ketika saya tanya ke penjualnya, “tadi mas-mas distributor CC bilang kalau selain produk CC tidak boleh dimasukkan situ (<em>lemari pendingin-red</em>) mas”.<span id="more-12"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Oh ternyata ada monopoli terhadap lemari pendingin yang ditempatkan di kios depan. Padahal listrik yang bayar juga yang punya kios. Piye jal?</p>
<p style="text-align: center;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img title="Jin-Botol" src="http://lh4.ggpht.com/_Hpw52qUvB5w/TDxmY4Z8iKI/AAAAAAAABQ0/nCY0bSrqhXc/perlakuanbotol.jpg" alt="jin botol" width="400" height="306" /><p class="wp-caption-text">Botol VZ dan Botol MM/PO</p></div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omahmiring.com/jin-botol.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenangan Tentang Gurita</title>
		<link>http://omahmiring.com/gurita.php</link>
		<comments>http://omahmiring.com/gurita.php#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 23:40:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>omah</dc:creator>
				<category><![CDATA[guyon]]></category>
		<category><![CDATA[cikeas]]></category>
		<category><![CDATA[gurita]]></category>
		<category><![CDATA[paul]]></category>
		<category><![CDATA[sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[skandal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omahmiring.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Ngomong-ngomong tentang gurita dalam sepakbola pasti ingatnya Gurita Paul si peramal itu. Prosesnya pun dengan si Gurita memilih bendera mana yang ia sukai. Tapi silakan anda flashback sejenak. Sekarang giliran anda yang memilih. Mana yang lebih anda minat? Gurita Cikeas &#8230; <a href="http://omahmiring.com/gurita.php">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p style="text-align: justify;">Ngomong-ngomong tentang gurita dalam sepakbola pasti ingatnya Gurita Paul si peramal itu. Prosesnya pun dengan si Gurita memilih bendera mana yang ia sukai. Tapi silakan anda <em>flashback</em> sejenak. Sekarang giliran anda yang memilih. Mana yang lebih anda minat? <strong>Gurita Cikeas</strong> atau <strong>Gurita Paul</strong>? Silakan berargumen.<span id="more-6"></span></p>
<p style="text-align: center;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 550px"><img title="gurita pacul" src="http://lh4.ggpht.com/_Hpw52qUvB5w/TDnAGEGOIQI/AAAAAAAABP4/sEq_F88Wp1A/guritacipaul.jpg" alt="gurita pacul" width="540" height="400" /><p class="wp-caption-text">Gurita Cikeas dan Gurita Paul</p></div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omahmiring.com/gurita.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
